Domba adalah hewan yang lemah. Ia tidak bisa melawan musuh, tidak bisa lari dengan cepat, dan penglihatannya pun terbatas. Suara kecil yang asing saja bisa membuatnya takut. Karena itu, domba sangat bergantung pada gembalanya. Tanpa gembala, domba bisa tersesat dan celaka. Setiap pagi, ketika gembala memanggil, domba-domba langsung menoleh. Mereka mengenal suara itu. Suara yang lembut, penuh perhatian, dan membuat hati mereka tenang. Mereka tahu, selama mereka mengikuti suara gembala, mereka akan dibawa ke tempat yang baik yaitu padang rumput yang hijau dan air yang tenang. Rasa aman itu bukan datang dari tempatnya, tetapi dari gembala yang memimpin mereka. Di perjalanan, banyak bahaya yang tidak disadari domba. Ada jalan terjal, duri tajam, dan binatang buas. Namun gembala melihat semuanya. Ia berjaga, memegang tongkat, dan siap melindungi. Saat bahaya datang, gembala berdiri di depan. Karena itu, domba bisa tetap berjalan dengan tenang.
Dalam Mazmur 23:4 Daud memberikan gembaran yang baik bahwa ada hubungan yang penuh kepercayaan antara domba dan gembalanya. Gembala tidak pernah meninggalkan dombanya berjalan sendirian. Dengan gada dan tongkat di tangannya, gembala melindungi dari ancaman, menuntun ke jalan yang benar, dan menarik domba keluar dari bahaya. Selama domba berada dekat dengan gembala, ia aman. Kehadiran gembala itulah sumber ketenangan di tengah ketakutan.
Kadang ada domba yang berjalan menjauh. Gembala pun menariknya kembali. Tarikan itu mungkin terasa tidak enak, tapi justru menyelamatkan. Disiplin dari gembala bukan untuk menyakiti, melainkan untuk menjaga. Saat malam tiba dan keadaan menjadi gelap, domba bisa saja takut. Namun selama mereka dekat dengan gembala, mereka bisa beristirahat dengan tenang. Kehadiran gembala lebih kuat daripada rasa takut. Tongkat dan gada di tangannya menjadi tanda perlindungan. Begitulah gambaran hidup orang percaya. Kita sering merasa lemah, takut, dan tidak tahu arah. Namun ketika kita hidup dekat dengan Tuhan, Sang Gembala, ada ketenangan di dalam hati. Kita aman bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena Tuhan selalu memimpin, menjaga, dan mengasihi kita.